Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Enam Mobil Mahasiswa Indonesia Lolos Uji Teknis Shell Eco-Marathon 2016

Enam Mobil Mahasiswa Indonesia Lolos Uji Teknis Shell Eco-Marathon 2016

Written By Black Lord on Sabtu, 05 Maret 2016 | 02.32.00

JAKARTA - Enam mobil tim mahasiswa Indonesia lolos uji teknis ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2016 yang digelar di Manila, Filipina. Kompetisi mobil ramah lingkungan yang diikuti 100 tim dari Asia, Timur Tengah, dan Afrika, itu dimulai pada Jumat (4/3/2016). Mobil lainnya masih melakukan pengujian.
Sampai siang tadi ada enam tim mahasiswa Indonesia yaitu Apatte 62 dari Universitas Brawijaya (UB), Tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Tim Bengawan 1 dan 2 dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Tim Nakoela dari Universitas Indonesia (UI), dan Tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Keenam tim ini merupakan tim-tim mahasiswa yang berhasil menyelesaikan seluruh aspek technical inspection pada hari Kamis, 3 Maret 2016. Keenam mobil dari tim-tim ini berhasil dinyalakan dan melaju dengan mulus di garis start saat acara peresmian pembukaan tadi," terang Haviez Gautama, general manager external relations PT Shell Indonesia dalam keterangan resminya yang diterima Okezone.
Indonesia sendiri mengirimkan 20 tim ke Manila dan menyelesaikan registrasi pada Rabu 2 Maret 2016. Agar dapat berlomba di trek jalan raya, seluruh mobil harus lolos uji inspeksi teknis.
"Seluruh mobil yang akan mengikuti kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2016 di Manila harus mendapatkan stiker uji inspeksi teknis untuk bisa ikut dalam kompetisi di trek jalan raya yang akan berlangsung besok. Stiker ini menandakan bahwa mobil telah lolos inspeksi teknis, termasuk di antaranya aspek keselamatan untuk bisa mengakses trek yang digunakan pada Shell Eco-Marathon Asia 2016 ini,” terang dia.
Para mahasiswa akan menunjukkan kemampuan pada kategori Prototype dan Urban Concept. Kategori Prototype melombakan mobil futuristis yang bertujuan memaksimalkan efisiensi bahan bakar dengan elemen desain inovatif. Sedangkan Urban Concept dinilai dari desain kendaraan konvensional roda empat hemat bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mengemudi saat ini atau yang layak jalan. Demi memenuhi kebutuhan nyata, berbagai kendaraan tersebut harus memiliki tampilan menyerupai mobil yang ada di pasaran saat ini.
Pada 2016, lebih dari 100 kendaraan yang akan berkompetisi di SEM Asia 2016. Kendaraan ini akan tampil dengan beragam jenis bahan bakar yaitu bensin, solar, bensin alternatif (etanol 100), solar alternatif (bahan bakar gas atau metil ester asam lemak produk Shell), serta baterai elektrik atau sel bahan bakar hidrogen.
Hasil pengukuran untuk kendaraan berbahan bakar listrik menggunakan satuan kilometer per kilowatt hour (km/kWh). Sementara untuk kendaraan berbahan bakar lainnya menggunakan satuan km per liter (km/l).
(ton)
SHARE

About Black Lord

0 komentar :

Posting Komentar