Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Teknologi Pengelolaan Blok Masela di Laut Masih Diragukan

Teknologi Pengelolaan Blok Masela di Laut Masih Diragukan

Written By Black Lord on Sabtu, 05 Maret 2016 | 02.31.00


JAKARTA - Menteri ESDM Sudirman Said hingga kini masih meyakini sistem pengelolaan Blok Masela lebih efisien dengan sistem pengelolaan di atas laut (offshore). Namun, ternyata teknologi tersebut masih diragukan.
Menurut Ekonom dari Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad Wibowo, sistem pengelolaan offshore sebenarnya belum teruji teknologinya. Pasalnya, belum ada blok kilang gas yang sudah berjalan dengan teknologi sistem offshore.
"Kalau di laut (offshore) dikatakan akan menjadi floating LNG yang terbesar kedua di dunia, karena yang pertama Australia. Tapi persoalannya ini betul-betul barang baru, di Australia sedang direncanakan dan 2017 baru selesai. Kalau terjadi masalah siapa yang menanggung," ucapnya dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (5/3/2016).
Dradjad juga mengatakan, dengan belum adanya bukti nyata dari pengoperasian tersebut membuat para perusahaan penjamin risiko seperti perusahaan asuransi enggan untuk menjamin proyek tersebut.
"Saya lakukan kroscek ke teman pihak asuransi. Proyek ini tidak ada asuransi yang menjamin, penjamin risiko belum ada yang berani. Artinya kalau dibangun di laut dianggap industri penjamin risiko belum terbukti. Kalau barang bagus betul pasti penjamin risiko akan berebut. Nah kalau belum ada yang berani, ya negara juga yang akan tanggung, negara juga yang akan dibebani," imbuhnya.
Bukan hanya itu, sistem pengelolaan offshore yang dikatakan memakan investasi yang lebih murah sebesar USD14,8 miliar juga masih diragukan. Pasalnya, Australia yang kilangnya memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil mengharuskan investasi sebesar USD12 miliar.
"Australia itu setengah dari Blok Masela harusnya USD12 miliar, tapi Masela hanya USD14,8 miliar anda percaya enggak? Australia jauh lebih efisien, Indonesia mungkin bisa sampai USD20 miliar lebih," pungkasnya
SHARE

About Black Lord

0 komentar :

Posting Komentar